Teknologi Komputerisasi dan Gempa Bumi

Teknologi komputerisasi saat ini sangat berkembang dengan pesat, bahkan teknologi komputerisasi hampit mampu berada di semua bidang salah satunya adalah dibidang Meteorologi Klimatologi dan Geofisika, dalam hal ini tentang hubungan teknologi dan Gempa bumi.

Baru-baaru ini telah munul teknologi baru untuk memprediksi gempa bumi,  teknologi baru ini dinamakan ATROPATENA . alat ini mampu memberikan  signal akan terjadinya gempabumi. umumnya setiap gempa bumi kuat yang terjadi selalu didahului dengan anomali gravitasi. Ini terjadi karena tingkat stress dari zona pusat gempa yang mencapai kondisi kritis  menimbulkan adanya tekanan dan kompaksi batuan, atau regangan dan pengurangan densitas batuan. Selama stress mencapai kondisi kritis, massa mengalami retakan di sekitar zona pusat gempa dan menyebabkan adanya patahan pada seluruh batuan tersebut. Proses-proses deformasi yang timbul pada zona pusat gempa sebelum terjadi gempa  akan menimbulkan zona-zona dengan densitas tinggi dan rendah, sehingga akan menimbulkan perubahan medan gravitasi. Disamping itu, adanya stress dalam kondisi kritis di zona pusat gempa ini dapat menimbulkan pergerakan fluida pada lapisan-lapisan bumi, yang sering dijumpai sebagai kenaikan  dan penurunan muka air tanah.

selain itu, ATROPATENA dapat mencatat perubahan medan gravitasi yang muncul menjelang terjadinya gempa bumi dengan menggunakan prinsip dasar Cawan Cavendish, yaitu sebuah percobaan mengenai gaya tarik menarik antar benda yang memiliki massa. Teori ini bahkan sudah dianggap “kuno” dan tidak pernah terpikirkan oleh ahli fisika bumi di Barat untuk dikaitkan dengan gempa bumi.

stasiun ATROPATENA dapat pula mengukur variasi tiga-dimensi dari medan gravitasi dan mengetahiu periode gempa tertentu yang sangat jauh, dari anomali gravitasi yang terjadi jauh sebelum gempa bumi itu terjadi.  Bahkan dengan bantuan dari salah satu stasiun ATROPATENA tidak hanya dapat menentukan kekuatan dan waktu, tetapi juga bisa melokalisasi tempat perkiraan gempa bumi diprediksi.

Semua stasiun ATROPATENA bergabung ke jaringan melalui Internet dan  secara online mereka semua mendapatkan informasi yang dicatat ke dalam database server di USA. Semua aktivitas stasiun ini dikendalikan oleh SRI di IE di Baku.

Selain ATROPATENA ada pula Global Positioning System (GPS), Sistem ini menggunakan 24 satelit yang mengirimkan sinyal gelombang micro ke Bumi. Sinyal ini diterima oleh alat penerima di permukaan, dan digunakan untuk menentukan posisi, kecepatan , arah, dan waktu. GPS dengan ketelitian tinggi bisa digunakan untuk memantau pergerakan tanah, yang ordenya hanya mm dalam setahun. Pemantauan pergerakan tanah berguna untuk memperkirakan terjadinya gempa, baik pergerakan vulkanik ataupun tektonik. Sistem ini dikembangkan oleh Departemen Pertahanan Amerika Serikat, dengan nama lengkapnya adalah NAVSTAR GPS. Sistem yang serupa dengan GPS anatara lain GLONASS Rusia, Galileo Uni Eropa, IRNSS India.

About heni
I ♡ movie, traveling, fruits Worry less smile more fell happy anyway :)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: